Jumat, 01 Desember 2017

BAHTERA


Sejauh mata memandang yang terlihat hanya lautan biru yang amat luas, yang dibatasi langit yang juga biru dan amat luas.
Awan – awan membentuk barisan,
Mentari pun bersembunyi di balik awan,

Hanya sebuah bahtera yang bernakoda yang berharap menepi di sebuah pulau yang indah.
Namun tak mengerti kemana arah.
Tak ada kompas, bahkan tak ada layar, dan tak ada kemudi.
Mesin kapal pun seolah kebingunagan di tengah gemuruh ombak, di tengah tiupan angin laut.
Bahtera ini sungguh terombang ambing di elevasi permukaan air laut.

Apa yang kau tunggu?
Haruslah terdampar di pulau asing?
Ataukah menabrak batu karang yang kokoh ?
Atau bahkan haruskah tenggelam di tengah luasnya samudra dan menjadi rumah bagi ikan – ikan ?

Wahai bahtera, apakah akan terus begini hingga datangnya senja ?
Hingga mentari beranjak dan memindahkan sinarnya
Bergeraklah. . . melajulah. . . .
Walau ombak menghadangmu.

Dan turunkanlah jangkarmu di pulau terindah.


EmoticonEmoticon