Rabu, 19 Juni 2013

Menyikapi kenaikan harga BBM

Salah satu alasan pemerintah menaikkan harga BBM karena menurut mereka subsidi BBM dinikmati oleh kalangan orang berkecukupan.

Tapi apakah menaikkan harga BBM menjadi solusi? Andai kenaikan harga BBM tak berdampak pada kenaikan seluruh bahan pokok mungkin tak terlalu masalah bagi rakyat. Tapi nyatanya pasti banyak pengaruhnya.

Mungkin alangkah lebih bijak jika pemerintah tak perlu menaikkan harga BBM. Sebagai gantinya naikkan pajak kendaraan mobil, terutama mobil mewah. Selain mengurangi jumlah konsumsi bahan bakar juga mengurangi dampak kemacetan dan dampak polusi. Tapi fasilitas transportasi umum juga harus dibuat nyaman.

Selain itu juga buat aturan premium hanya untuk kendaraan motor dan angkutan umum, sedangkan mobil pribadi harus menggunakan pertamax. Masing-masing SPBU harus ada petugas yang memisahkan itu.

Atau aturan penggunaan stiker dibalik. Sekarang yang ada stikernya aja yang bisa ngisi bensin premium. Jadi buat yang ngisi premium kudu ada ijin yang ditandai dengan stiker. Kalo udah rada ribet kan pada beralih ke pertamax, kecuali buat yang gak mampu doang.

=============================================

Tapi apapun keputusan pemerintah jangan juga disikapi secara emosi. Apalagi berdemo sampai anarki. Gimana kita bisa percaya anda yang berdemo memperjuangkan rakyat, tapi ngelemparin batu ke polisi dan masyarakat, merusak fasilitas umum, dll.

Ngaku gak mampu kalo bensin dinaekin tapi tiap hari rokok abis berapa bungkus, boros-boros energi,dll.

Hayu ahh mulai berhemat dan memperbaiki diri walau cuma sedikit berkontribusi, tapi seenggaknya lebih baik menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...