Minggu, 09 Januari 2011

TERJADINYA PETIR


Mungkin sebelumnya kita menyangka bahwa petir terbentuk akibat dari gesekan antara awan. Nah. . . .kalo itu kayanya Cuma ada di film kartun. Padahal proses terjadinya petir tidaklah sesederhana itu. Ada 2 macam petir berdasarkan proses pembentukannya. Yaitu petir yang terjadi dari loncatan muatan listrik antara awan dengan awan dan antara awan dengan permukaan bumi. Loncatan muatan elektron terjadi akibat pergerakan angin di dalam awan. Kecepatan pergerakan angin tersebut dapat mencapai 150 km / jam. Angin tersebut memicu partikel air di awan membeku dan terbentuk partikel es. Partikel suatu ketika terpecah menjadi kristal es yang menyebabkan pecahnya pula struktur elektron di dalamnya. Hal ini mengakibatkan partikel es yang lebih berat jatuh ke lapisan awan di bawahnya. Partikel es ini bermuatan negatif sedangkan partikel es yang lainnya akan tertiup angin ke lapisan awan di atasnya. Sehiingga lapisan awan di atasnya bermuatan positif. Akibatnya terjadi perbedaan muatan antara awan atas dengan awan di bawahnya. Nah. . . ternyata prosesnya belum selesai sampai di situ. Selebihnya tanya sama mbah google soalnya saya juga pusing

Untuk petir yang terjadi antara awan dengan permukaan bumi perbedaan tegangan yang terjadi harus 10 juta volt. . . buset. . . Tapi udara hanya mempunyai kemampuan mentransfer listrik sebesar 3 juta volt. Lalu bagaimana petir bisa terjadi ?

Nah ternyata udara bisa membentuk jalur elektron akibat proses ionisasi antara udara dengan elektron. Bentuk jalur tersebut zigzag yang menghubungkan awan dengan permukaan tanah. Setelah adanya jalur konduktor ini, petir dapat terjadi hanya dengan perbedaan tegangan sebesar 250.000 volt. Sementara itu suara gemuruh petir yang menggelegar diakinbatkan oleh adanya pemanasan secara tiba – tiba pada udara di jalur konduktor tersebut. Pemansan yang berlangsung cepat tersebut lebih panas dari panas matahari.

Indonesia sendiri merupakan negara penghasil petir yang cukup banyak karena Indonesia merupakan negara yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi.
Petir memang terjadi hanya sekejab mata namun ternyata petir membutuhkan proses yang tidak sesimpel apa yang kita bayangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...