Sabtu, 12 Desember 2009

“KARNA SOMONG BISA HANCYUR”

Di suatu gudang material berkumpulah beberapa elemen bangunan seperti kayu, beton, dan baja. Mereka berkumpul dengan kelompok mereka masing – masing yang sejenis.
Ketika tak ada seorang pun di gudang yang luasnya sekitar 70 x 30 meter itu, si beton tiba – tiba berbicara,” Hai teman – teman tau ga sich lho . . . denger – denger bakal ada yang datang kemari mau mencari bahan bangunan yang dipake buat proyeknya.”.

“Oh ya. . . ? “ kata si baja. “Pasti orang itu mencari baja.”
“ Ah yang benar saja ……, yang paling banyak dipakai kan beton karena kita yang terkuat, hahaha. . . .. “ kata si beton dengan sombongnya.

Si baja pun membalas :” Heiheihei. . . .kamu sadar ga sich kamu tuch cuma punya kekuatan tekan aja, kekuatan tarikmu lemah sekali. Makanya kamu selalu butuh tulangan yang terbuat dari apa temen – temen?. . . .. “bajaaaaaaaaa” jawab teman – teman si baja. Lagipula penampang kamu tuh udah besar berat lagi, uhh…….nambah – nambah beban struktur aja.

“ Hei bajakan, kami lebih tahan api dan pengaruh lingkungan, ga kaya kamu yang bisa karatan kalo ken aer. Hahaha. .. . . .. si baja takut aer temen – temen hahaha. . . . . . .

Lalu si kayu jati yang berada di tengah – tengah mereka berbicara, “ sudah – sudah ga usah ribut, kalian tuch sama – sama berat dan sulit dikerjakan, pasti yang datang nanti milih kayu jati, udah kuat, ringan, mudah dikerjakan lagi.”

Si baja ngomong lagi : “ Ah . . … . .paling juga nanti dimakan rayap. Hahahahahh. . . . ..

“ Keresek, kurang belajar sia teh palentong” kata si kayu jati yang tidak terima dihina begitu saja.

Si beton pun kembali berbicara :” Lebih baik kita semua buktikan siapa yang terkuat. . .!”

“ Oke siapa takcute”. kata si baja.

Perkelahian mereka pun tak terhindarkan lagi.” Tangtingtung der. . . . .tangtingtungder. . . . tangtingtungdar. . . .tangtingtungdar. . .. tangtingtungdarder. .. .tangtingtungdarder. . . .tangting tingtangtingtung. .. .tangting tingtang tingtung. .. .tangting tingtang tingtung. . . .tokdarder. . . .tokdarder. . . .dagdigdug dwer. . . .dag dig dug dwer. .. .. . . “ begitu kira – kira suara perkelahiannya.

Si bamboo yang sudah aga tua yang berada di pojok gudang itu mencoba melerai mereka. “ Sudah. ..sudah cukup hentikan semua ini, kita semua seharusnya saling bekerja sama bukan seperti ini cara tuk membuktikan kekuatan. Bukankah kita semua ada untuk saling melengkapi.”

“ Ah. . .diam kau pak tua, ini adalah pembuktian siapa yang terkuat” kata si baja.
“ Jangan ikut bercampur pak tua ini adalah urusan kita, kalau kau ikut barcampur, kau pun akan kuhancurkan.” Kata si beton.
“Ja. . . udah jangan dipeduliin omongan si pak tua, kita terusin lagi yuk berantemnya”
“ Ayo ton. . .”

“ tongnangtung. . .tongnangtung. . .tongnangtung. . . .lutungtongnangtung. . .lutungtongnangtung. . .lutungtongnangtung. . . . .taktiktuktaktiktuktaktiktuk. . . .. turutungtutung. . . turutungtutung. . . .turutungtutung.” Itu bukan bahasa Thailand, tapi itu suara pertarungan mereka. Pertarungan itu pun terus berlanjut sampai terdengar suara pintu gudang yang dibuka.” Karoket. . .karoket. . .karoket” bunyi pintu gudang terbuka. Secara spontan mereka pun menghentikan pertarungnnya.

Rupanya si pemilik gudang yang datang beserta calon pembeli material. “ Oh silakan pa, ini semua material – material yang saya jual”. Kata si pemilik gudang kepada calon pembeli. “ Apa bapak mau beli baja, beton, atau kayu jati semuanya ada di sini pak. Pokonya semua barang yang ada disini muaaaantep pak berkualitas tinggi dibuat tanpa sentuhan tangan, dengan 2 kali penyaringan.

“ Emh. . . . .sebenernya saya Cuma ingin beli bamboo yang ada di pojog situ tuch. . “ kata si pembeli sambil menunjuk ke bamboo itu. “Lagipula beton disini udah pada retak, bajanya juga dah rada bengkok, trus kayu jatinya juga pada patah”.

“ Ah masa ko bisa jadi begini yah, perasaan tadi pagi masih bagus. “ Atau gini deh pak, kalo bapak mau beli baja, beton, atau kayu jati, saya bisa sediain yang baru. Gimana pak?”

“ Oh ga usah pak saya Cuma butuh bamboo tua, lagipula proyek yang akan saya kerjakan adalah proyek pembangunan kandang ayam. Konstruksi kandang ayam ga usah pake material yang kuat, paling bebannya Cuma beberapa kilo. . .. ea. ..kalo pake baja atau beton berarti pengarang kau. . . dukun kau”.

“Loh bukannya mau ngebangun hotel?”Tanya si penjual.
“Ia hotel buat ayam – ayam saya menginap. . .ayam tetangga juga boleh, atau ayam siapapun juga boleh nginep disitu kecuali ayam kampus eh. . . ayam. .. . ayam.

Akhirnya pembeli itu membeli bamboo tua yang tidak rusak seperti material lain yang ada di gudang itu, karna si bamboo tidak ikut berantem. Lalu bagaimana nasib si beton, baja, dan kayu jati?

Si beton yang dah retak akhirnya pecah dan dibuang ke comberan agar jalan tidak becyek biar bisa dilewati tukang ojyek sama tukang rujyak. Sementara itu si baja dijual ke tukang loak (tukang besi rongsokan). Sedangkan si kayu jati lebih tragis lagi, ia oleh tukang sate te sate dijadikan areng.

Teman – teman yang istimewa. . .cerita ini hanyalah fiktif belaka, kalau ada kesamaan tokoh itu hanya kebetulan saja. Jadi jangan percaya. Tapi percayalah bahwa kesombongan dapat menyebabkan kehancuran, contohnya Fir’ aun Qorun, dll. Maka rendah hatilah dalam bersikap dan tingi – tinggilah dalam menggapai cita – cita.
Intina mah mun ceuk orang tasik jeung orang garut mah “tong somong lah” mun somong dibaledog ku senok temok.

Original creted by : ***** ******* *****
(dirahasiakan bisi disangka somong)

Minggu, 08 November 2009

MEMBANGUN ITU LEBIH SULIT

Membangun sebuah bangunan yang tinggi dan kokoh memang tidaklah segampang membalikkan telapak tangan. Itu semua pasti membutuhkan perencanaan yang benar – benar matang, belum lagi pelaksanaannya dan perawatannya. Di tahap perencanaan harus dipikirkan desainnya, kekuatan strukturnya, dampak lingkungan yang ditimbulkan, dll. Dari mulai perencanaan, pelaksanaan sampai bangunan itu jadi membutuhkan proses yang rumit. Tapi bagaimana dengan menghancurkannya?

Ingatkah kita dengan peristiwa 11 september di Amerika. Ya. . .saat itu 2 gedung kembar pencakar langit hancur hanya dalam waktu beberapa menit saja setelah ditabrak 2 pesawat yang dibajak. Ribuan korban berjatuhan, seiring dengan gedung yang hancur. Peristiwa itu tentu takkan terlupakan.

Kepercayaan adalah sesuatu yang berharga dan harus dibangun dengan selalu berbuat baik, jujur, bijaksana, dan bertanggungjawab. Semua itu harus dibangun dan dipelihara terus menerus karena hidup tanpa kepercayaan dari orang lain tidak jauh beda dengan setangkai pohon yang layu di luasnya gurun pasir. Kepercayaan itu ibarat air yang selalu kita minum setiap hari, jika semua itu tidak ada anda bisa menebak apa akibatnya. Sebuah toko bisa bertahan karena ada pembeli yang percaya, sebuah perusahaan bisa bertahan karena ada kepercayaan dari konsumennya, seorang artis bisa tetap exis karena ada kepercayaan dari penononton.

Tapi kepercayaan itu bisa hancur begitu saja akibat satu kesalahan fatal walaupun kita sudah menjaganya selama bertahun – tahun. Bayangkan saja pedagang bakso yang biasanya laku dalam sekejap ditinggalkan pembelinya ketika pembelinya mengetahui baksonya menggunakan daging tikus walaupun tukang baksonya mungkin baru sekali menggunakan daging tikus. Seorang hakim dipecat dari pekerjaanya akibat kasus penyuapan yang baru sekali ia lakukan, Seorang dokter kehilangan pekerjaan yang telah digelutinya selama puluhan tahun akibat kasus malpraktek. Ya. . . semua itu bisa terjadi.

Jadi teruslah pelihara kepercayaan dengan selalu berbuat baik, jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Dan ingatlah kepercayaan itu dimulai dari diri sendiri. Jika anda percaya diri anda bisa maka anda akan bisa, jika anda ingin menjadi orang yang luar biasa maka percayalah bahwa diri anda punya potensi yang luar biasa, dan anda akan menjadi orang yang istimewa dalam kehidupan ini jika anda percaya bahwa diri anda begitu istimewa.

Selasa, 27 Oktober 2009

"SEGITIGA STRUKTUR TERKUAT ?"

JIka kita perhatikan struktur baja baik itu jembatan, menara, dll, disana kita bisa melihat bahwa struktur tersebut kebanyakan terdiri dari kumpulan – kumpulan bentuk segitiga. Setuju khan ? Kalo ga setuju, sedelapan atau sesembilan juga gapapa.

“ Tapi kenapa ya selalu dibuat seperti itu ?”
“ Karena bentuk struktur segitiga merupakan bentuk struktur terkuat.”
“ Tapi kenapa ?”
“ Karena jika struktur tersebut diberi beban, maka ketiga batangnya turut memikul beban tersebut. Ada tang mengalami tekan, dan ada pula yang mengalami tarik.”
“ Tapi kenapa ?”
“ Karena setiap batangnya saling menguatkan.”
“ Tapi kenapa?”
“ Karena takdirnya emang gitu.”
“ Tapi kenapa ?”
“ Hhhhh. . . . . . . .sekali lagi nanya gwe tabok ganteng lhu….”
“ Uuups. . .sabar val malu sama yang baca. Maksudnya kenapa kita bahas?” Apa ada kaitannya dengan kehidupan ini?”
“ O. .ia tentu ada. Struktur dikuatkan oleh 3 batang yang saling berikatan. Dalam kehidupan pun seperti itu.”

Ada 3 batang I yang saling menguatkan struktur kehidupan. Jika salah satunya tidak ada maka ketika mendapat beban kehidupan, strukturnya mungkin akan hancur. Ketiga batang I itu adalah Iman, Ilmu, dan Ikhtiar.

Iman, Keimanan sangat menentukkan baik buruknya tingkah laku manusia. Tapi apakah cukup iman saja?. Apakah cukup sering beribadah dan berdoa tapi tidak menuntut ilmu dan tidak berusaha. Iman tanpa ilmu dekat dengan kebodohan, iman tanpa ikhtiar dekat dengan kemalasan.

Ilmu, ilmu adalah sesuatu yang wajib dicari seumur hidup. Pepatah mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri china. Jika ilmu tanpa ikhtiar jadinya ilmu itu akan beku di dalam otak dan tidak bermanfaat. Jika ilmu dibagikan kepada orang lain tidak akan berkurang, justru akan bertambah. Memang ilmu ditambah dengan ikhtiar bisa membuat orang bertambah tinggi derajatnya dan bertambah kaya. Tapia pa semua itu cukup?. Bagaiman jika tidak diimbangi dengan iman?. Pejabat korupsi, penyebaran virus antrax secara sengaja, pengeboman, dll. Itulah sebagian contoh – contohnya. Ilmu tanpa iman bisa menjadi penghancur yang dahsyat.

Ikhtiar, ikhtiar artinya berusaha. Ya. . . manusia memang harus berusaha dan jangan berpangku tangan. Tapi ikhtiar tanpa ilmu seperti seorang yang loncat dari atas gedung berharap ia bisa terbang. Sedangkan ikhtiar tanpa iman atau usaha tanpa doa merupakan suatu kesombongan. Karena Yang Maha Kuasa lah yang menentukan hasil usaha manusia.

Ketiga batang I tersebut memang saling berikatan untuk membentuk struktur kehidupan yang kuat menahan beban – beban kehidupan.

PROYEK ITU UNIK. . ! MANUSIA JUGA. . .!

Lain halnya dengan mobil, motor, atau barang – barang elektronik yang diproduksi secara masal dalam bentuk, spesifikasi, dan biaya yang sama, proyek bangunan merupakan suatu yang unik. Antara proyek yang satu dengan proyek yang lainnya tidak akan sama baik dari segi desain, spesifikasi, dan biaya yang dibutuhkan.

“Val gimana kalo menara kembar petronas atau gedung WTC,. . .kan gedungnya kembar?”
“ Okey. . .kalo kita liat dari jauh sich sepintas mirip banggetz bagai pisang dibelah dua, tapi percaya dech, gedung kembar juga pasti masih punya perbedaan. Coba aja liat lebih deket !”
“ Emang kamu pernah kesana val…?”
“ Ya belum sich. .. Tapi gini dech coba kamu pikirin apa ada orang kembar yang sama prĂ©cis?” Ga ada kan, mungkin mirip tapi sifatnya, gaya bicaranya, tingkah lakunya pasti beda kan. Dan pasti ada perbedaan – perbedaan lain.”
“ O. . ia ya. Tapi kenapa sich val ko bisa begitu ?”
“ Ya. . . karena setiap manusia itu diciptakan dengan perbedaannya masing – masing. Dan perbedaan itu adalah rahmat.”
“ Yang mana val yang ngajar di lab beton apa di lab kayu val ?’
“:Hhhhh. . . ..becanda itu. . . bukan itu maksud saya. Maksudnya setiap orang itu unik dan istimewa. Setiap orang itu dibekali dengan potensi yang luaaaaaar biasa, dan kita harus percaya itu.”
“ Oh. . .jadi kita ga boleh rendah diri ya val, dan kita harus memaksimalkan segala potensi yang kita miliki. “
“ Nah ntu lu tau.”
“ Tapi gimana val dengan orang buta, orang bisu, dan orang yang memiliki kecacatan?”
“ Mungkin itu kekurangan, tapi jangan anggap itu sebagai kelemahan. Anggaplah itu sebagai kekuatan. Karena banyak sekarang mah orang buta yang sukses, dan orang cacat lainnya yang sukses. Mungkin kamu tau ada orang yang tidak punya tangan tapi bisa melukis dengan kakinya. Trus ada juga pemain musik terkenal yang sebenarnya tidak bisa mendengar. Dan banyak sekali contoh – contoh lainnya. Bukankah itu justru lebih hebat.”
“Tapi val di dunia ini banyak sekali orang yang suka mengeluh padahal fisiknya sempurna.”
“ Nah. . orang yang suka mengeluh itu artinya ga mensyukuri apa yang dikaruniakan kepadanya. Kalo gitu mah ga akan maju – maju atuh.”
“ Okeh. . .kalo gitu sekarang unyil ngerti. Sekarang unyil akan lebih semangat untuk menjalani hidup ini. Karna unyil percaya unyil punya potensi yang luar biasa.”
“ Nah. . .gitu dong nyil. . Jangan lupa untuk selalu bersyukur walaupun tangan unyil pendek Cuma bisa nyampe hidung tapi pasti unyil punya kelebihan (lebih pendek, lebih pesek, dan kelebihan – kelebihan lainnya). Hehehe. . . . “
“ Ah. . Rival mah gitu. O. . iya unyil sampe lupa, unyil kan disuruh pak Raden ke rumahnya pak Ogah. Aduh. . . keasikan ngibrol sich. . Ya udah unyil pergi dulu val.”
“ Ya . . hati – hati ya nyil.”

PERSAHABATAN WAKTU DAN HIDUP

Al kisah ada seorang yang bernama hidup. Ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia sering sekali bermain – main dengan temannya yang bernama riang dan senang. Ia juga selalu bersama seorang teman yang bisu yang tak pernah diketahui siapa namanya. Begitulah si hidup, setiap hari hanya bermain – main saja sehingga ia setelah ujian nasional hanya bisa meneruskan ke SMP swasta. Sedangkan si riang dan senang masuk ke SMP negeri. Namun demikian, temannya yang bisu masuk ke SMP swasta yang sama dengan si hidup, walaupun ia sebenarnya diterima di SMP negeri.

Di SMP itu si Hidup mempunyai teman baru SI Malas, Si Santai, dkk. Kali ini si hidup lebih sering menonton TV, tidur – tiduran, dan bersantai – santai. Ya. . wataknya sama dengan kedua taman barunya. Nilainya pun jelek – jelek. Dan setelah ia lulus SMP, Ia hanya bisa masuk ke SMA swasta yang kualitasnya rendah dan ia lulus dengan predikat sangat memuakkan alias nilainya pas – pasan. Dan lagi – lagi temannya yang bisu itu mengikutinya masuk ke SMA itu walaupun nilainya bagus.

Di SMA itu si Hidup kembali puny ataman baru yang bernama si Nakal, si Anarki, si Gaul buruk. Rupanya disana si Hidup terlibat salah pergaulan, ia suka mabuk – mabukan bersama teman – temannya, ia suka tawuran, bahkan ia sampai terjerumus narkoba sampai – sampai ia dikeluarkan dari sekolahnya. Dan temannya yang bisu itu sebenarnya ingin sekali menasehatinya namun apa daya ia tidak bisa berbicara. Rupanya si Hidup bukan hanya pemakai narkoba, tapi juga sebagai pengedar narkoba. Ia pun akhirnya diciduk polisi dan dijebloskan ke dalam penjara setelah kedapatan menimbun 2 ton ganja, 1 ton putaw, dan 50.000 butir pil extasi. Dan ia divonis penjara seumur hidup.

Di balik jeruji besi ia hanya bisa menangis bersama si serdih dan si murung yang juga ada di dalam penjara. Sementara si Bisu terus menemaninya dari luar penjara.

Tahun demi tahun ia lalui di dalam penjara hingga usianya senja. Si bisu pun terus menemaninya. Hingga suatu ketika si Hidup terkena penyakit parah. Ia dibawa oleh petugas penjara ke rumah sakit. Kini tak ada satu pun teman yang menjenguknya, kecuali si Bisu yang selalu menemaninya.

Di tengah kondisinya yang sedang sekarat. Ia pun bertanya kepada si bisu,
“Hai temanku, kenapa engkau selalu menemaniku, sebenarnya siapakah kamu ?”
Si bisu yang tidak bisa bicara akhirnya ia bisa bicara dan menjawab pertanyaan itu. “ Hai hidup, bukankah aku selalu ada di saat engkau senang ataupun sedih, disaat engkau berbuat baik ataupun buruk, tapi sepanjang hidupmu engkau tidak pernah menghargaikuhingga kau seperti ini.” Kata si bisu.
“Sebenarnya siapakah kamu ?” kata si Hidup
“Aku adalah waktu, dan sudah saatnya aku pergi darimu.” Jawabnya.

Tak lama kemudian si Hidup pun menghembuskan nafas terakhirnya dan ia baru menyadari semuanya di akhir hidupnya.

Itulah kisah seorang yang tidak menghargai waktu. Padahal waktu selalu ada di sepanjang nafas kita. Dan ketika waktu pergi dari hidup ini, tak bisa mengubah segala yang telah terjadi.

Selasa, 13 Oktober 2009

BELAJAR DARI SAPU LIDI

Dedaunan atau sesampahan kadang berserakan di halaman rumah. Salah satu alat sederhana yang dipakai untuk membersihkannnya adalah sapu lidi. Sapu yang dibuat dari batang daun pohon kelapa ini dikumpulkan menjadi satu dan diikatkan.

Apa yang bisa kita petik dari benda tersebut?
Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan :
Apakah bisa sapu itu dipakai jika tidak disatukan ?
Apakah anda bisa mematahkan sebatang lidi dengan mudah ?
Apakah anda bisa mematahkan kumpulan lidi dengan mudah ?

Jika hanya sebatang lidi saya yakin semua orang bisa mematahkannya.
Jika hanya sebatang lidi, saya yakin sampah – sampah itu tidak bisa dibersihkan.
Namun kumpulan lidi itu tidak mudah dipatahkan.
Namun kumpulan lidi itu bisa digunakan untuk membersihkan sampah.

Jika kita mengingat sejarah, dahulu Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun, dan dijajah Jepang selama 3,5 tahun. Awalnya perjuangan bengsa Indonesia hanya dari daerah masing – masing, sehingga Indonesia begitu lama dijajah. Namun setelah itu muncullah ide untuk melakukan perjuangan bersama untuk melawan penjajah sehingga akhirnya pada 17 agustus 1945 Indonesia merdeka walaupun pada saat itu para pejuang Indonesia menggunakan senjata sederhana dari bambu runcing. Tapi karena kegigihan pantang menyerah dan persatuan yang kuat bisa menghasilkan kekuatan yang luar biasa.

Artinya jika kita bersatu kita akan jauh lebih kuat. Namun saat ini betapa banyaknya orang di Indonesia yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongan. . . . .cape deh.

Dalam shalat pun lebih diutamakan berjamaah dibandingkan sendiri – sendiri .
Jadi . . .teruslah berjuang bersama – sama kita pasti bisa.
Et. . . .Tapi ingat jangan bekerja sama ketika sedang ujian. . . . .oke coy.

Sabtu, 26 September 2009

PONDASI KEHIDUPAN

Untuk semua orang yang berkecimpung di dunia konstruksi, atau di dunia bangunan, pastilah sudah sangat mengenal kata pondasi. Pondasi merupakan salah satu bagian dari struktur bangunan yang sangat vital, dan yang paling pertama dibangun terlebih dahulu. Ada banyak jenis pondasi mulai dari pondasi batu kali, pondasi telapak, tiang pancang, pondasi sumuran, bored pile, dan lain – lain. Namun yang pasti pondasi berperan untuk menahan seluruh beban di atasnya dan menyalurkan beban ke tanah.

Walaupun posisinya paling bawah, namun kekuatan pondasi sangat menentukan nasib seluruh bagian bangunan di atasnya. Dan yang paling besar menanggung beban.
“Andai bisa tukar nasib, bosan jadi pondasi, Jika aku menjadi. . . .” Mungkin itu yang dikatakan pondasi jika bisa bicara.

Disadari atau tidak, sebuah perusahaan raksaksa sekalipun nasibnya juga sangat ditentukan oleh peran organisasi bagian bawah seperti karyawan, security, office boy, dll. Coba saja bayangkan ketika sebuah perusahaan tidak menghargai hak- hak pegawainya, sehingga seluruh pegawainya mogok kerja. Maka produksi tidak akan berjalan. Dan jika berlangsung terus maka perusahaan bisa hancur. . . .hancur. . . hancur. . . ( jangan diterusin tar jadi lagunya c’olga).

Dan saya rasa setiap orang juga memiliki pondasi dalam kehidupannya, di saat ia melangkahkan kaki, di saat ia mengambil keputusan untuk suatu tindakkan. Maksudnya adalah setiap orang memiliki alasan dan landasan dalam setiap keputusannya. Hanya ada 5 jenis orang yang tidak memiliki alasan dan landasan dalam setiap tindakannya. Yang pertama adalah orang gila, yang kedua orang sinting, yang ketiga orang gendeng, yang keempat orang tidak waras, dan yan ke lima orang sarap.

Ada beberapa jenis pondasi kehidupan yang menopang beban – beban kehidupan setiap manusia, diantaranya adalah agama, moral, hukum, dll. Jika pondasi itu hancur, maka hancur pulalah seluruh struktur kehidupannya. Bukankah kita sering melihat berita di TV tentang pembunuhan yang dilatarbelakangi masalah sepele. Itu semua disebabkan struktur pondasi kehidupannya hancur. Maka hancur pulalah kehidupannya karena harus mendekam di penjara, belum lagi tanggung jawab di akhirat. Agama, moral, sadar akan hukum, dll, merupakan sesuatu yang harus ada di setiap sanubari.

Selain contoh di atas masih banyak lagi contoh lainnya tentang lemahnya pondasi kehidupan, bahkan mungkin ada pada diri kita sendiri. Untuk itu mari kita sama – sama memperkuat struktur kehidupan kita. Dimulai dari pondasi kehidupan yang melandasi setiap tindakan kita.

Rabu, 05 Agustus 2009

Gara-gara Satu Koin

Di suatu tempat di atas bumi ini tinggallah 2 orang bersaudara. Sebut saja Si Untung dan Si Alan. Si Alan mempunyai cita-cita yang sangat tinggi sekali. Ia ingin sekali menjadi orang yang paling sukses di seluruh dunia. Sedangkan Si Alan mempunyai prinsip yang sederhana dalam hidupnya yaitu ”Do Better”. Menurutnya, Ia harus melakukan sesuatu yang lebih baik.

Walaupun Si Alan mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, namun dari segi prestasi justru Si Untung lebih baik darinya, baik prestasi akademis maupun non akademis. Si Untung banyak mengikuti lomba-lomba mulai dari yang berhubungan dengan seni, olahraga, maupun akademis. Walaupun seringkali gagal jadi juara, tapi juga prestasi yang didapatkannya. Sedangkan Si Alan jarang sekali mengikuti lomba-lomba. Ia merasa malo, ragu, dan takut apabila nantinya gagal, takut dicemooh orang, atau mungkin terluka. Ia lebih sering melamunkan masa depan dan cita-citanya.

Suatu hari dikampungnya diadakan suatu perlombaan menyembut 17 agustus. Perlombaan itu yaitu mencari koin-koin yang telah disembunyikan oleh panitia. Si Untung pun mengikuti perlombaan tersebut, Si Alan juga setelah dibujuk Si Untung akhirnya mau juga ikut lomba itu. Ada 5 koin yang disembunyikan panitia dan para peserta harus menemukan koin-koin tersebut. Setiap peserta juga diberikan peta petunjuk disembunyikannya koin-koin tersebut.

Preeet. . . . . !! Bunyi terompet tanda dimulainya perlombaan terdengar. Perlombaan pun dimulai. Semua peserta mencari koin-koin tersebut, naik ke pohon, menggali tanah , menyingkirkan semak, nyebur ke kali, semuanya dilakukan oleh para peserta. Jika dilihat dari peta, ada 4 koikoin yang disembunyikan di daerah yang sama, sementara 1 koin lagi letaknya sangat jauh di puncak gunung yang curam dan berbahaya.

Di saat peserta lain berusaha keras mencari koin-koin tersebut, Si Alan malah duduk-duduk santai. ”Alan kenapa kamu duduk-duduk saja, kalau begitu kamu tidak akan menang” kata si Untung. ”Males ah . . ., nanti kotor, terus kalo luka gimana. . .” kata si Alan sambil duduk-duduk santai dan bersandar pada sebuah pohon. Namun ketika sedang asyik bersantai, tanpa disengaja tangannya menyentuh sesuatu yang berbentuk pipih dan bulat serta keras. Dan si Alan pun kaget melihatnya. Ternyata yang ia pegang adalah koin yang disembunyikan panitia. Ia pun kegirangan karena menemukan 4 koin sekaligus. Di koin itu masing-masing bertuliskan kekayaan, kesuksesan, kebahagiaan dan harapan. Ia pun sudah sangat puas walau 1 koin lagi belum diketemukan. ”Aku serahkan saja langsung ke panitia, lagi pula 4 koin saja aku sudah menang, apalagi 1 koin lagi letaknya sangat jauh di puncak gunung yang tinggi”. Kata si Alan. Peserta lain pun sudah menyerah karena tak mungkin lagi mengumpulkan koin lebih banyak. Kecuali si Untung ”masih ada 1 koin lagi yang belum ditemukan, aku tak akan menyerah walau tak mungkin mengumpulkan koin lebih banyak dari saudaraku” kata si Untung.

Si Untung pun pergi mendaki gunung yang curam dan ia terus maju pantang menyerah untuk menemukan koin itu walau sering jatuh, terluka, keringat dan darah pun bercucuran. Di sisi lain sodaranya si Alan menyerahkan koin yang ia dapat ke panitia. Namun panitia belum mengumumkan pemenangnya sampai seluruh peserta berkumpul.
” Si untung itu kaya orang gila saja, sudah jelas tidak akan menang, tapi tetep nyari koin itu” kata peserta lainnya. Akhirnya si Untung pun datang dengan terpincang-pincang dan luka-luka di sekujur tubuhnya. Tapi ia berhasil menemukan koin itu. Di koin itu bertuliskan tulisan resiko. Si Untung pun menyerahkan koin itu ke panitia.

Akhirnya panitia mengumumkan siapa pemenangnya. Panitia : ”Baiklah kami kami akan umumkan pemenangnya. Pemenang lomba mencari koin dan berhak mendapatkan hadiah 1 unit sepeda motor dimenangkan oleh . . . . . si Untung. . . ..!!!. Seluruh peserta lain pun terkejut, terutama si Alan. ”ini tidak adil. . .ini curang. . huuu dasar panitia licik. Saya sudah mengumpulkan 4 koin sedangkan si Untung hanya 1 koin, seharusn7ya aku yang menang” kata si Alan sambil marah-marah.

Namun panitia tidak menggubrisnya. Panitia pun menyerahkan 5 koin yang diperebutkan (koin harapan, kekayaan, kebahagiaan, kesuksesan, dan koin resiko) kepada si Untung. Selain itu panitia pun menyerahkan 1 unit sepeda motor kepada si Untung. Si untung pun terkejut. ”Mengapa aku bisa menang, padahal aku hanya mengumpulkan 1 koin” kata si Untung. ”Ini sudah keputusan panitia” kata panitia.

Si Untung pun pergi ke tepi sungai dan berpikir. Sementara si Alan pulang dan mengurung diri di kamar lantaran kesal. Setelah sekian lama berpikir di tepi sungai, akhirnya si Untung mendapat jawabannya. Koin yang ia dapat adalah koin resiko, sementara koin yang ditemukan si Alan adalah koin kekayaan, kesuksesan, kebahagiaan, dan harapan. Tapi si Alan tidak berani mengambil koin resiko karena terletak di tempat yang sulit. ”Ya. . . .mungkin dalam hidup ini kita tidak akan mendapatkan harapan, kekayaan, kesuksesan, dan kebahagiaan apabila kita tidak berani mengambil resiko” itulah yang si Untung pikirkan.

Kamis, 02 Juli 2009

Ayat-Ayat Kehidupan

Alam mengajarkan manusia banyak hal. Dari air kita belajar arti sebuah kehidupan yang selalu memberikan manfaat. Dari angin kita belajar untuk melakukan suatu pergerakan. Dari api kita belajar arti sebuah keberanian. Dari tanah kita belajar untuk Manahan beban kehidupan. Dan dari batu karang kita belajar untuk menjadi seorang yang tegar.

Dari segala bidang kehidupan kita belajar dari alam, mulai dari ilmu pengetahuan, tingkah laku, dan seluruh aspek kehidupan.

Burung-burung menginspirasi orang untuk membuat pesawat, ikan-ikan menginspirasi orang untuk membuat kapal selam, Lebah-lebah mengajarkan kita untuk berorganisasi, sedangkan semut-semut mengajarkan kita untuk bertegur sapa.

Alam ini begitu sempurna. Betul-betul didesain oleh Sang Pencipta Yang Maha Sempurna. Entah berapa banyak jumlah bintang di langit, entah berapa banyak jumlah planet di jagad raya. Dan semuanya beredar di lintasannya masing-masing. Seolah mengajarkan kita untuk senantiasa berada pada lintasan kebenaran. Jika tidak maka akan terjadi suatu kehancuran.

Alam ini merupakan tempat kehidupan. Tak terhitung manfaatnya bagi manusia. Namun apa yang dilakukan manusia, penebangan hutan besar-besaran, pencemaran lingkungan, dan berbagai macam pengrusakan alam lainnya. Belum lagi pengrusakan moral. Mungkin itulah yang membuat alam seolah marah pada manusia dengan berbagai bencana yang terjadi, mulai dari banjir, tanah longsor, sampai gempa bumi dan tsunami. Dan disadari atau tidak, secara langsung maupun tidak langsung, itu semua merupakan akibat dari perbuatan manusia. Dan manusia pula lah yang menjadi korban.

Itulah suatu bukti bahwa apabila manusia melakukan keburukan, maka keburukan yang lebih besar akan datang padanya. Pun sebaliknya, apabila manusia melakukan kebaikan, maka kebaikan yang lebih besar pun akan datang.

Yang pasti banyak sekali makna yang terdapat di alam semesta ini. Yang dapat dibaca dan dilihat dengan mata hati. Makna itulah merupakan ayat-ayat kehidupan.

Senin, 18 Mei 2009

ANTARA LAPTOP dan MANUSIA

Laptop merupakan barang elektronik yang canggih, namun otak manusia ternyata jauh lebih canggih lagi.

Jika kita membandingkan laptop dan manusia. Laptop merupakan komputer yang dapat dibawa kwmana-mana, di dalamnya terdapat program-program yang canggih. Setiap laptop mungkinmemiliki program dan data yang berbeda di dalamnya. Begitu pula dengan manusia. Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda. Walaupun input dari suatu masalah bisa sama, namun output/ reaksi setiap manusia dalam menyikapi setiap masalah berbeda-beda, tergantung dari kelapangan hatinya.

Laptop dapat dimasuki virus yang dapat mengganggu program yang ada. Begitu pula dengan manusia, yang mungkin sering dimasuki pengaruh negatif dari luar yang dapat merusak akhlak dan kehidupan manusia.
Untuk mengamankan laptop dari virus dengan memakai anti virus yang harus selalu di update. Setiap flashdisk yang masuk harus di scan dulu. Begitu pula dengan manusia, untuk membentengi diri kita dari pengaruh negatif kita harus banyak belajar dan beribadah yang harus terus diupdate (dilakukan seccara konsisten dan ditambah kualitasnya), sehingga pengaruh yang ada di sekitar kita dapat di scan terlebih dahulu.

Untuk menjalankan fungsinya, laptop tentu membutuhkan energi yang berasal dari baterai. Apabila baterai habis harus di charge untuk mengisi kembali energinya. Begitu pula dengan manusia yang membutuhkan energi untuk beraktifitas yang harus selalu di charge. Energi tersebut berupa makanan, minuman, dll, serta energi yang tidak berwujud seperti motifasi, semangat, kasih sayang, dorongan moril, dll. Untuk itulah jadilah manusia yang canggih dan selalu memberikan manfaat maka kita juga akan mendapat manfaat.

Senin, 04 Mei 2009

Batu Sandungan atau Batu Loncatan ?

Saat masih kecil pernahkah kita terjatuh saat berlari atau bermain ??. ya. . . aku rasa pasti pernah. Mungkin karena tersandung batu.
Masalah, rintangan, dan tantangan bisa diibaratkan sebagai sebuah batu. Batu itu menghalangi perjalanan kita, batu itu bisa membuat orang tersandung dan jatuh. Tapi batu itu juga bisa digunakan sebagai batu loncatan yang membuat kita melompat lebih tinggi dan berlari lebih kencang. Batu itu juga merupakan suatu pelajaran. Aku rasa setelah kita jatuh tersandung batu pasti kita akan lebih hati-hati lagi agar tidak tersandung.
Semua itu tergantung bagaimana kita menyikapinya masalah rintangan dan berbagai kegagalan yang kita alami. Apakah batu itu kita jadikan hanya sebagai batu sandungan, ataukah sebagai batu loncatan. Seperti Thomas Alfa Edison, Kolonel Sanders, Soichiro Honda,dan orang sukses lainnya dengan ribuan kali kegagalan namun mereka bisa mengkonversikan kegagalan-kegagalannya sebagai suatu keberhasilan yang mahal nilainya.
Yang pasti kita harus terus berlari untuk mengaringi hidup ini untuk menggapai cita. Namun seringkali ku tak tau kemana ku harus berlari.

Sabtu, 18 April 2009

Durian & Semangka

Di suatu desa huiduplah seorang kakek tua. Kulitnya sudah keriput, Ia berjalan denan bongkokdengan bantuan sebuah tongkat. Selain itu sydah beberapa tahun ini ia terkena penyakit exim. Ia hidup sebatang kara. Namun ia tetap tegar. Walaupun ia miskin teteapi ia sering bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Ia menyimpan sebagian besar hasil panennya di depan rumah orang yang membutuhkan, karena keikhlasannya ia tidak ingin orang tau siapa yang memberikannya..

Suatu ketika ia ingin berkelana untuk mengadu nasib dan melihat kehidupan luar. Lalu ia pun pergi berkelana. Tapi selain berkelana ia juga bercelana pastinya. . . .hehe. . .

Suatu hari ia tiba di suatu kerajaan yang dipimpin oleh raja yang gagah namun ia sangat kejam. Ia kerap kali menagih upeti yang besar kepada rakyatnya. Ia juga sering mengambil anak-anak untuk dijadikan tumbal.

Kakek itupun di tengah perjalanan berjumpa dengan sang raja. Melihat si kakek tua, si raja pun langsung menghujatnya. ”Hei dasar kau kakek tua yang menjijikan minggir kau jangan menghalangi jalanku” kata sang raja. Raja itupun terus menghujat si kakek sampai akhirnya datanglah seseorang yang berbaju putih. ”Sudahlah, bukankah perjalananmu lebih penting wahai sang raja” kata orang itu. Lalu ia pun menawarkan durian dan semangka pada sang raja.
Orang itu : ”Wahai sang raja, manakah yang engkau mau, durian atau semangka?”
Raja : ”Tentu saja aku pilih semangka. Lihat saja durian itu, sudah berduri, kasar, juga terlihat busuk”.
Orang itu : ”Baiklah, semangka ini untukmuwahai raja, dan durian ini ku berikan untuk si kakek”.

Di perjalanan, sang raja merasa lapar dan haus, lalu ia membelah semangka itu, dan ia begitu terkejut melihat isi semangka itu ternyata busuk dan terdapat banyak ulat serta mengeluarkan bau busuk. ”Kenapa semangka ini busuk”kata sang raja. Si semangka itu pun bicara, ”Hai raja aku adalah dirimu, aku adalah hatimu yang selalu engkau pelihara dan engkau tebarkan”. Sang raja pun mati karena menghirup bau busuk itu.

Di tempat lain sang kakek membelah durian yang terlihat busuk itu (emang jupe belah duren. .. hehe. . ). Setelah dibelah ternyata teksturnya sangat indah dan mengeluarkan keharuman. Lalu ia memakannya, dan ternyata rasanya sangat enak. Seketika itu juga penyakit eximnya sembuh dan kulitnya tak keriput lagi serta ia menjadi muda kembali. Lalu durian itu pun berbicara, ”Hai kakek, aku adalah dirimu, aku adalah hatimu yang selalu engkau pelihara dan engkau tebar”.

Hari ini kita belajar bagaimana jika kita menebar kebaikan maka kita maka kebaikan pula akan datang kepada kita. Dan apabila kita menebar keburukan maka keburukan pula lah yang akan datang kepada kita. Hidup memang pilihan. . .

Jumat, 27 Maret 2009

METAMORPHOSIS DIRI

“Kupu-kupu yang lucu kemana engkau pergi. . . . . .”. Itulah salah satu penggalan lagu yang mengapresiasikan keindahan kupu-kupu. Memang ada beberapa lagu yang mengapresiasikan keindahan kupu-kupu. Namun adakah lagu yang mengapresiasikan keindahan ulat ?.Mungkin itu menjadi suatu tanda Tanya besar. Padahal kita tau bahwa kupu-kupu sebelumnya adalah seekor ulat. Ya. . . . . hewan ini memanglah hewan yang unik.

Dari telur menetas menjadi ulat. Ulat merupakan hewan yang merusak tanaman. Mereka kerap kali menghabiskan daun pohon-pohon hanya dalam waktu beberapa hari saja. Ulat juga mampu membuat orang merasa gatal-gatal. POkonya ulat itu nyebelin banget dech. . . . Tapi mungkin karena itulah ulat bertekad untuk berubah. Ia berubah dengan masuk ke dalam kepompong yang ia buat. Di dalam kepompong itu melalui serangkaian proses di badan ulat mulai tumbuhlah sayap. Untuk keluar dari kepompong itu merupakan ujian yang sulit karena ia harus bisa merobek kepompongnya. Tapi itulah yang membuat sayap-sayaponya menjadi kuat. Lalu terbanglah ia untuk pertama kalinya dan menjadi kupu-kupu yang indah. Setelah menjadi kupu-kupu ia tidak lagi makan daun-daunan, tetapi ia menmghisap saripati bunga dan membantu proses penyerbukan pada tanaman.

Mungkin saat ini kita masih menjadi seekor ulat yang hanya bisa merusak dan merepotkan. Mungkin kita belum menjadi seseorang yang menebar keindahan di hidup ini. Ya. . . .kita mungkin masih banyak kekurangan dan kelemahan.

Namun kita harus seperti ulat yang yakin bahwa kita bisa menjadi seseorang yang bisa menebar manfaat, keindahan, dan kedamaian. Dan percayalah bahwa masalah, ujian, dan tantangan kehidupan ini adalah kepompong yang menguatkan kita nantinya, yang menguatkan kita, yang mengindahkan kita, dan membuat kita menjadi seseorang yang berguna.

Wright bersaudara merupakan penemu pesawat terbang. Sebelum berhasil membuat pesawat terbang mungkin mereka seperti ulat. Namun mereka tetap ulet dan percaya bahwa suatu saat nanti bakal ada alat yang bisa membawa manusia untuk terbang. Untuk mewujudkan semua itu tentu tidak mudah karena mereka harus mendapat cacian dari orang-orang sekitar yang menyebut mereka orang gila karena orang lain menganggap pekerjaan yang mereka lakukan hanya sia-sia. Orang-orang memang tidak percaya bahwa bakal ada alat yang bisa membawa manusia untuk terbang. Namun Wright bersaudara mengubah cacian orang-orang tadi menjadi suatu kekaguman karena mereka berhasil membuat pesawat terbang untuk yang pertama kalinya dengan mesin motor yang mereka miliki.

Sekarang pesawat menjadi sarana transportasi yang moderen. Ada banyak jenis pesawat mulai dari Hercules, pesawat tempur, pesawat capung, helicopter, dll.

Ya. . . Wright bersaudara telah menjadi kupu-kupu yang mengagumkan banyak orang. Bagaimana dengan kita ?????????

Selasa, 10 Maret 2009

Seberharga Apa Waktu Bagi Kita?

Apakah yang disebut dengan waktu. Ada orang yang bilang bahwa waktu adalah uang. Ya..jika waktu digunakan untuk bakarja mencari rejeki. Waktu adalah pahala jika dimanfaatkan untuk beribadah. Lantas, apa yang disebut dengan waktu? Jika kita hanya berdiam diri atau mengerjakan sesuatu yang sia-sia, atau bahkan mengerjakan sesuatu yang dapat memperburuk kualitas diri kita.

Apapun definisi dari waktu, yang pasti waktu tak akan pernah berhenti. Waktu akan terus berlari. Kita mungkin hanya punya tiga pilihan. Pertama, apakah kita hanya diam dan melihat waktu berlari. Kedua, apakah kita hanya berjalan sedangkan waktu berlari dengan cepat. Ataukah kita akan ikut berlari bersama waktu dan mengarungi kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.

Mungkin anda adalah salah satu penggemar pembalap F1 seperti Lewis Hamilton, atau Fernando Alonso. Atau mungkin anda menggemari pembalap Moto GP seperti Valentino Rosi atau Daniel Pedrosa. Di setiap balapan, bagi mereka waktu 1/sekian detik pun sangat berharga. Sering kali pembalap finis dengan selisih waktu kurang dari satu detik. Lalu bagaimana dengan kita? Mungkin kita sering melewatkan waktu detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam , hari demi hari dan mungkin tahun demi tahun.

Bill Gates, Thomas Alfa Edison, Albert Enstein, Cristiano Ronaldo, dan banyak orang sukses lainya telah membuktikan kesuksesannya di bidangnya masing-masing. Apa yang membedakan mereka dengan kita? Apakah mereka memiliki waktu lebih dari 24 jam setiap harinya, ataukah mereka memiliki kapasitas otak yang lebih dari pada kita? Tentu tidak, Setiap orang memiliki waktu 24 jam setiap harinya,dan setiap orang memiliki potensi. Yang membedakan adalah bagaimana cara kita memanfaatkan waktu dan potensi yang kita miliki. Mungkin disaat mereka bereksperimen, bekerja, bekerja dan berlatih memeras otak dan keringat, kita sedang asik tidur-tiduran, atau santai menonton TV, atau bahkan melakukan hal-hal yang tidak berguna sama sekali.

Seberharga apakah waktu menurut kita sehingga kita sering membuang-buang waktu. Apakah kita hanya tetap diam disaat jantung kita terus berdetak tak kenal lelah, paru-paru terus bernafas, bumi, bulan, matahari, dan alam semesta terus berputar. Dan semua itu menjalankan peranannya dengan baik. Bagaimana dengan kita?

Rabu, 25 Februari 2009

Surat Dari Prestasi

SURAT DARI PRESTASI
karya : Rival Ardiles Sando
Hormat saya,

Prestasi

Apa itu prestasi?

Prestasi bukanlah materi

Prestasi bukanlah sebuah angka yang terurai di atas lembaran putih

Prestsasi juga bukanlah sesuatu yang bisa di foto copy

Juga bukan sesuatu yang bisa dicuri

Prestasi itu ibarat sebuah tanaman yang berbuah

“Apa yang kita tanam dan kita pupuk, itulah yang kita petik”

Prestasi itu berada di puncak gunung yang tinggi

Yang curam dan penuh halangan untuk mendakinya

Prestasi itu merupakan sebuah metamorfosis dari sejumlah proses

Prestasi itu adalah aku


Banyak orang yang mengejar aku

Banyak pula orang yang hanya bermimpi aku akan datang padanya

Namun aku hanya akan datang pada siapa saja yang bersungguh-sungguh

Wahai engkau yang membaca surat dariku ini

Kejarlah aku,

Undanglah aku,

Di semester ini, di tahun ini, di setiap harimu

Dan di setiap hidupmu



Sahabat orang rajin,


Prestasi

Refleksi Mekanika Rekayasa Dalam Mekanika Kehiupan

REFLESI MEKANIKA REKAYASA DALAM
MEKANIKA KEHIDUPAN

Tak bisa kita pungkiri mekanika rekayasa adalah ilmu yang sangat penting dalam dunia sipil. Ilmu ini pada prinsipnya mempelajari tentang keseimbangan reaksi pada suatu struktur. Dalam ilmu fisika disebutkan “bahwa suatu benda dikatakan statis jika reaksi = aksi”. Maka dari itu ilmu ini sering disebut dengan ilmu statika. Ironisnya mahasiswa teknik sipil banyak yang mengkategorikan ilmu tersebut sebagai ilmu yang rumit, ruwet, ngejelimet, ah pokonya pusing deh. . . . . . .(bukan kata saya lho).

Kali ini saya tidak akan membahas tentang ilmu tersebut. Namun ilmu mekanika rekayasa ternyata dapat direfleksikan ke dalam mekanika kehidupan. Yaitu jika kita bisa sedikit berpikir dengan jernih dan melihat dengan mata kaki. . . .eh mata hati maksudnya “salah ketik euy”.

Dalam ilmu ini mengaplikasikan hukum kesetimbangan yaitu reaksi pada suatu struktur harus sama dengan beban yang diterima struktur tersebut. Jika tidak struktur tersebut akan hancur. Begitu pula dalam kehidupan kita. Setiap sifat dan sikap yang baik adala yang seimbang. Misalnya sifat berani, sifat ini memang dibutuhkan dalam mengarungi hidup ini. Salah satu contohnya adalah Neil Amstrong. Orang amerika ini berhasil menginjakkan kakinya dibulan untuk pertama kalinya dengan orang jawa yang namanya Slamet “dengan selamat maksudnya hehe. . . “. Tentunya keberhasilan itu tidak akan terjadi jika Neil Amstrong tidak memiliki keberanian, karena penerbangan manusia ke bulan untuk pertama kalinya sangat beresiko tinggi.

Contoh lain adalah seorang pambalap sepeda Lance Amstrong. Prestasinya bukanlah bersepeda ke bulan, tapi ia berhasil menjuarai 7 kali Tour de France, sebuah kejuaraan balap sepeda paling bergengsi di planet ini. Yang luar biasa darinya ialah sebelum menjuarai kejuaraan ini ia telah divonis menderita kanker yang ganas dan menurut dokter kemungkinannya untuk hidup hanya 40 %. Saat itu pula dokter menyarankannya untuk berhenti dari balap sepeda. Namun dengan keberanian dan keyakinanya, ia tetap maju dan berhasil menjuarai Tour de France. Banyak orang beranggapan ia akan berhenti setelah menjuarai kejuaraan tersebut. Namun ia berhasil mengulanginya di tahun-tahun berikutnya dan menjuarai kejuaraan tersebut 7 kali berturut-turut.

Keberanian yang tinggi memang dibutuhkan dalam mengarungi hidup ini. Namun jika keberanian tersebut terlalu berlebihan dan tidak ditempatkan pada posisi yang benar pada akhirnya akan mengakibatkan suatu kehancuran. Misalnya pejabat yang berani korupsi, berani membunuh, berani berbuat kerusakan, berani berbuat asusila, berani memakai narkoba, mabok-mabokan, dan perbuatan maksiat lainnya. Semua orang itu akan mengalami suatu kehancuran baik di dunia ataupun di akhirat.

Contoh sikap lain yang harus diposisikan pada kondisi seimbang adalah senang. Adalah wajar jika kita mendapatkan rejeki, mendapatkan jabatan, atau mendapatkan hadiah maka kita akan senang. Namun jika kesenangan itu disikapi secara berlebihan dengan berpesta-pesta misalnya sehingga lupa kepada Yang Maha Pemberi rejeki, maka orang tersebut termasuk orang yang takabur dan tidak bersyukur, seperti burung yang terbang tinggi lupa daratan. Sikap senang yang tepat adalah senang yang tetap dibuyngkus dengan rasa syukur, yaitu dengan mengucapkan Alhamdulillah.

Sikap berani, senang, sedih, dan sikap-sikap lainnya jangan sampai terlalu berlebihan. Artinya hidup ini harus seimbang. Dalam membagi waktu pun harus seimbang. Rasulullah sendiri membagi waktunya menjadi 3 bagian, yaitu untuk ibadah kepada Allah, untuk keluarga, dan untuk lingkungan masyarakat.

Dalam ilmu mekanika rekayasa ada 3 macam gaya berdasarkan arahnya, yaitu gaya vertikal, gaya horizontal, dan gaya momen. Gaya vertical menandakan hubungan manusia dengan tuhannya (habluminallah), gaya horizontal menandakan hubungan manusia dengan keluarga, saudara, dan kerabat, gaya momen menandakan hubungan manusia dengan pekerjaan, lingkungan, dan masyarakat. Semua itu harus seimbang.

Mungkin memang sulit untuk mengkondisikan setiap detail kehidupan kita pada kondisi yang seimbang, nemun kita harus selalu berusaha untuk itu. Filosofinya sama seperti ketika manusia sebelum masuk surga harus melewati jembatan yang tipisnya seperti rambut yang dibelah tujuh yaitu jembatan shiratal mustaqim. Ada orang yang melewatinya dengan berlari secepat kilat, ada juga orang yang merangkak, ada yang berhasil melewatinya, tetapi ada pula yang terjatuh. Semua itu tergantung amalannya selama di dunia. Termasuk yang manakah kita ?

Rabu, 18 Februari 2009

Rivalitas Kehidupan

RENOVASI DIRI

RIVALITAS KEHIDUPAN

Ada banyak rival di hidup ini, karena hidup selalu penuh dengan rivalitas.

Di alam liar, singa harus berlari lebih cepat dari pada rusa, jika tidak dia akan mati kelaparan. Rusa pun harus berlari lebih cepat dari pada singa, jika tidak dia akan mati dimangsa. Seekor burung pemakan bangkai harus berebut makanannya dengan sekawanannya dan pemakan daging lainnya, jika tidak dia yang akan menjadi bangkai.

Hidup memang penuh dengan persaingan. Tapi manusia punya caranya sendiri dalam bersaing. Dalam bersaing jangan sampai sikut kanan sikut kiri untuk mencapai tujuan, tetapi harus seperti apa yang tercantumdi Al-qur’an “berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan”. Ya…. kita harus bersaing secara sehat untuk menggapai tujuan.

Untuk mencapai tujuan, cita-cita, dan harapan, memang tidaklah mudah, karena tujuan, cita-cita, dan harapan itu letaknya di puncak gunung yang tinggi dan terjal. Untuk menggapainya kita harus mendakinya dengan usaha yang keras. Walaupun kita sadari di perjalanan kita akan berhadapan dengan berbagai rintangan yang datang menghadang. Mungkin terkadang kita terjatuh, 1 kali, 2 kali, 3 kali, atau bahkan berkali-kali. Namun sebanyak apapun kita jatuh, kita harus selalu mampu bangkit dan tidak kenal kata menyerah. Seperti yang telah dialami Thomas Alfa Edison yang harus bereksperimen ribuan kali, merasakan ribuan kali kegagalan, dan akhirnya berhasil membuat lampu yang mampu menerangi dunia. Sudah selayaknya penemuan itu juga mampu menerangi pikiran kita.

Namun siapakah saingan terberat di hidup ini?

Apakah orang yang kuat seperti Mike Tyson, ataukah orang yang cerdas seperti Albert Einsten. Tidak…… saingan terberat di hidup ini adalah diri kita sendiri. Ya…… kita akan mampu meraih kesuksesan jika kita mampu mengalahkan sisi-sisi negatif yang ada pada diri kita seperti rasa malas, ragu, dan pikiran negatif lainnya.

Semua itu tergantung dari mind set kita. Kita jangan berpikiran bahwa kita tidak bisa, bahwa kita jauh lebih rendah dari orang lain. Di sini kita harus ingat bahwa sebenarya kita adalah juara. Ya….. ingatkah kita sebelum kita lahir jutaan sel sperma berlomba-lomba untuk mencapai ovum, namun hanya ada satu yang mampu mencapainya, itulah diri kita. Berarti kita pernah menjadi juara yang mengalahkan jutaan pesaing kita. Sekarang kenapa kita harus gentar? Kenapa kita ragu pada diri kita?

Ingat fokuskan untuk memperbaiki diri. Orang yang masuk surga jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan orang yang masuk neraka. Akan kemanakah kita nantinya?. Berlomba-lombalah dalam kebaikan.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...